 |
| Hikoboshi dan Orihime |
Kalian tau nggak, apa itu festival Tanabata? Pasti kebanyakan diantara kalian tahu festival ini dari nonton anime atau dari sumber-sumber terdekat (misal mbah Google dan Wikipedia). Baiklah, sebelum saya tidur, saya akan menjelaskan kepada kalian asal mula dan bagaimana festival Tanabata itu.
Asal mulanya, terdapat seorang putri dari raja langit yg bernama Orihime. Suatu hari Orihime jatuh cinta kepada seorang pengebala yg bernama Hikoboshi, Orihime meminta restu kepada raja langit untuk bisa menikahi Hikoboshi. Raja langit kemudian merestuinya karena Hikoboshi sangat rajin dalam bekerja. tetapi saat mereka sudah menikah , Orihime tak pernah menenun lagi dan Hikoboshi tidak pernah mengebala sapi lagi yg membuat raja langit marah besar dan raja langit memaksa mereka berpisah diantara tepi sungai Amanogawa dan mereka hanya bisa bertemu 1 tahun sekali. Jika hujan turun, maka mereka tidak bisa bertemu. Kemudian sekawanan burung kasasagi terbang menuju Orihime dan Hikeboshi dan membuat jembatan yg melewati sungai Amanogawa sehingga Orihime dan Hikoboshi bisa bertemu meskipun sungai Amanogawa meluap.
Literatur klasik tentang legenda Tanabata melahirkan berbagai macam variasi cerita rakyat di berbagai daerah di Tiongkok. Di beberapa tempat, variasi legenda Tanabata dijadikan naskah sandiwara dan diangkat sebagai naskah Opera Tiongkok. Di antara naskah-naskah yang terkenal seperti Tian he pei dipentaskan sebagai Opera Beijing. Kisahnya tentang penggembala sapi bernama Niulang yang mencuri pakaian salah seorang bidadari bernama Zhinu yang sedang mandi. Niulang menikah dengan Zhinu sampai pada akhirnya bidadari Zhinu harus kembali ke langit. Niulang mengejar Zhinu sampai naik ke langit, tapi ibu Zhinu yang bernama Xi Wangmu (dewi surga) memisahkan tempat tinggal Niulang dan Zhinu dengan sebuah sungai. Cerita ini mirip dengan cerita rakyat Jepang yang berjudul Hagoromo (BTW, ceritanya mirip dengan jaka apalah gitu :v).
Sesuai dengan perkembangan legenda Tanabata, bintang Niulang (Hikoboshi) akhirnya menunjuk ke bintang Altair sedangkan Zhinu (Orihime) menunjuk ke bintang Vega
Perayaan dilakukan di malam ke-6 bulan ke-7, atau pagi di hari ke-7 bulan ke-7. Sebagian besar upacara dimulai setelah tengah malam (pukul 1 pagi) di hari ke-7 bulan ke-7. Di tengah malam bintang-bintang naik mendekati zenith, dan saat itu juga bintang Altair, bintang Vega, dan galaksi Bima Sakti paling mudah dilihat.Hujan yang turun di malam Tanabata disebut Sairuiu dan konon berasal dari air mata Orihime dan Hikoboshi yang menangis karena tidak bisa bertemu.
Festival Tanabata dimeriahkan tradisi menulis permohonan di atas tanzaku atau secarik kertas berwarna-warni. Tradisi ini khas Jepang dan sudah ada sejak zaman Edo. Kertas tanzaku terdiri dari 5 warna (hijau, merah, kuning, putih, dan hitam). Di Tiongkok, tali untuk mengikat terdiri dari 5 warna dan bukan kertasnya. Permohonan yang dituliskan pada tanzaku bisa bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang menulis.
Kertas-kertas tanzaku yang berisi berbagai macam permohonan diikatkan di ranting daun bambu membentuk pohon harapan di hari ke-6 bulan ke-7. Orang yang kebetulan tinggal di dekat laut mempunyai tradisi melarung pohon harapan ke laut sebagai tanda puncak perayaan, tapi kebiasaan ini sekarang makin ditinggalkan orang karena hiasan banyak yang terbuat dari plastik.
 |
| Kertas Kanzaku |
 |
| Penampangan festival tanabata |
Doumo. artikelnya sangat bermanfaat. menambah ilmu lebih lanjut tentang kebudayaan jepang.
BalasHapustapi, ada yang masih menganjal tentang tanabatanya. apa sih hubungan pohon tanabata dengan kisah cinta dari tokoh tersebut(lupa nama wkwkw)?? sebagai simbolis kah? atau apa?
Trims XDD